Elastisitas pendapatan berbeda antara jangka pendek dan jangka
panjang karena pendapatan lebih besar dalam jangka panjang daripada
jangka pendek. Perhatikanlah perilaku konsumen bensin selama periode
pertumbuhan ekonomi yang menguat, dimana pendapatan agregat naik 10 %.
Akhirnya orang- orang akan meningkatkan konsumen bensin mereka, karena
mereka mampu membiayai lebih banyak perjalanan dengan kendaraan dan
mungkin membeli mobil yang lebih besar. Tetapi perubahan konsumen bensin
perlu waktu, yang pada awalnya permintaan hanya naik sedikit. Dengan
demikian elastisitas jangka panjang akan lebih besar daripada
elastisitas jangka pendek.
Sebaliknya berlaku untuk barang duratif. Sekali lagi kita lihat
mobil. Bila pendapatan agregat naik 10%, maka total kepemilikan mobil
konsumen juga akan naik, katakan sebesar 5%. Tetapi perubahan ini
berarti kenaikan yang jauh lebih besar dalam pembelian mobil pada saat
itu. Akhirnya konsumen berhasil menambah jumlah mobil yang mereka
miliki, setelah jumlah mobil ditambah, pembelian mobil baru sebagian
besar untuk mengganti mobil- mobil tua. Untuk jelasnya adalah
elastisitas permintaan jangka pendek akan jauh lebih tinggi daripada
elastisitas jangka panjang.
